Kesbangpol Gelar Sosialisasi Regulasi Penanganan Konflik Sosial

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh bekerjasama dengan Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol), Aceh Timur menggelar Sosialisasi Regulasi Penanganan Konflik Sosial tahun 2021, bertempat di aula Dinas PUPR setempat, Rabu (3/2/2021).

Sosialisasi penanganan konflik sosial tersebut mengangkat Tema “Deteksi Dini dan Cegah Konflik untuk Memperkuat Perdamaian”.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur Ir. Mahyuddin Syech Kalad, M.Si mewakili Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M. Thaib, SH.

“Kegiatan penangan konflik sosial  bertujuan agar lebih peka dalam menangani konflik yang sedang dan akan terjadi, mulai dari pencegahan konflik, penghentian konflik. Hingga sampai pemulihan pasca konflik tersebut,” demikian disampaikan Subhan Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, mewakili Kepala Badan Kesbangpol Aceh.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, sosialisasi tentang konflik regulasi penanganan sosial menjadi sangat penting, mengingat Aceh yang memiliki sejarah konflik, dan masih menyimpan potensi konflik sosial yang sewaktu-waktu dapat muncul ke permukaan.

“Untuk meningkatkan peran serta dan kerjasama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan forum kemitraan masyarakat dalam melakukan deteksi dini, serta cegah dini konflik sosial yang terjadi di masyarakat,” ujar Subhan.

Katanya, adapun tim terpadu penanganan konflik yang terdiri dari, SKPK serta instansi terkait, dan bertugas untuk menyusun rencana terpadu penanganan konflik sosial, serta melaporkan perencanaan aksi terpadu secara periodikal kepada tim terpadu penanganan konflik sosial provinsi.

“Saat ini, tim terpadu penanganan konflik sosial telah terbentuk di provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh, agar mencermati situasi terkini, di mana pandemi covid-19 telah menjangkit di seluruh dunia, termasuk di Aceh dapat diperlakukan peran dari seluruh aparatur pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, dalam mencegah penyebaran dan penularan virus corona,” demikian pungkas Subhan.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM Taib, SH dalam sambutanya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Ir. Mahyuddin bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih peka dalam menangani konflik sosial di kabupaten Aceh Timur tersebut.

“Dalam pelaksanaan di tahap implementasi ini, aparat pemerintah dituntut untuk mampu bertindak secara cepat, sigap, kompak dan terpadu dalam menghadapi segala kemungkinan maupun gejala yang berpotensi terjadinya konflik agar tidak meluas menjadi anarkis,” terang Sekda Mahyuddin.

Dirinya mengharapkan agar mencermati situasi dan kondisi yang ada di kabupaten Aceh Timur terkait dengan potensi serta gejala munculnya konflik,” pinta Sekda.

“Saya berharap adanya peran aktif masyarakat serta peningkatan kapasitas kelembagaan seperti, forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) dalam upaya melakukan deteksi dini sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri,” harap Sekda Mahyuddin.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Timur, Amiruddin, NN dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan sosialisasi ini berlansung selama satu hari dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

“Dari 30 peserta sosialisasi ini terdiri dari unsur Kodim 0104 Aceh Timur, Polres Aceh Timur, Tokoh agama dan unsur camat,” sebut Amiruddin. [Iskandar Ishak].