Melirik Pengabdian AKBP Ir Untung Sangaji di Tanah Marauke

oleh

MARAUKE – metropesawat.id – Pengabdian AKBP Ir Untung Sangaji M.Hum ternyata tidak hanya berhasil menumpas teroris Thamrin dan menindak pelanggar Syariat Islam di Aceh. Tapi mantan Kapolres Aceh Utara ini juga berhasil membangkitkan ekonomi Rakyat Marauke.

Buktinya, setelah berhasil membina warga untuk memproduksi Kopi Longberry dan kini sudah beredar diberbagai ibukota di ujung negeri itu, maka kali ini Minyak VCO Virgin Coconut OIL yang diproduksi warga binaan Untung Sangaji yang saat ini menjabat Kapolres Merauke dengan nama US mulai menerima pesanan dari berbagai Daerah.

” Keren untuk basudara samua di Merauke Tanah Animha.” Ucap Untung Sangaji disela-sela perbincangan dengan awak media.

Lalu apa yang dilakukan AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata, lebih dikenal dengan nama AKBP Untung Sangaji untuk membangkitkan ekonomi di Kabupaten paling ujung indonesia?.

Kantor berita Radio Republik Indonesia RRI Merauke 18 Peb 2021 sekira pukul 14:06 merilis tentang pengabdian Untung Sangaji untuk anak negeri.

Siang itu jarum jam menunjukkan pukul 13.00 Wit, terik matahari terasa sangat menyengat, mengingat saat itu musim kemarau mencapai 33 derajat celcius di ujung timur Indonesia Kabupaten Merauke.

Di depan sebuah toko di Jalan Parakomando Merauke terdapat sebelas pemulung mama mama Papua sedang mengais rejeki, nampak terlihat mereka sedang mencari sesuatu yang berada di areal tersebut.

Salah satunya Maria (46) nampak sedang memikul sebuah karung berwarna putih di pundak sambil memegang tangan anaknya, dengan peluh yang menetes di dahinya, ia terus berjalan dan menatap ke segala arah untuk mencari sesuatu yang dapat di jual ke para pengepul.

Dengan peluh yang terus menetes hingga terasa perih di mata, wanita paruh baya ini membongkar bongkahan sampah di sekitar areal pertokoan itu, ia hanya menemukan sebuah kaleng minuman yang telah usang, dengan raut wajah sedikit murung, ia segera memasukkan kaleng tersebut ke dalam karung.

Setelah memastikan tidak ada lagi benda rongsokan yang dapat di ambil, ia bersama pemulung lainnya lalu beristirahat sejenak di pinggir drainase sambil meminum air putih yang telah mereka persiapkan dari rumahnya, terdengar mereka saling berbincang dengan menggunakan bahasa adat suku Asmat.