Etnis Rohingya yang Terdampar di Aceh Timur Diswab Antigen

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Etnis Rohingnya yang terdampar di Pulau Idaman, Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, jumat(4/6/2021).

Kini ke 81 etnis Rohingya tersebut telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan test Swab Antigen, Sabtu (5/6/2021).

Test Swab Antigen dilakukan oleh pihak BPBD Aceh Timur, Dinas Kesehatan Aceh Timur, dan personil UPTD Puskesmas Simpang Ulim tiba mulai melakukan Test Swab antigen terhadap para imigran etnis Rohingya dan pemasangan tenda darurat BPBD.

T. Jalaluddin, SH. MH, Camat Simpang Ulim didampingi Danramil 08/SPU Kapten Inf. M. Kaoy serta Kapolsek Simpang Ulim AKP Jamaluddin Nasution, mengatakan bahwa hingga dini hari pihaknya terus berada di lokasi untuk memastikan keadaan para imigran etnis Rohingya yang terdampar di pulau Idaman.

“Tadi BPBD Aceh Timur sudah membawa mesin Genset untuk penerangan dan mendirikan tenda darurat bagi etnis Rohingya dan bisa beristirahat ” ungkap Jalaluddin dilokasi

Sementara itu, Dinas Kesehatan Aceh Timur melalui Tim PSC 119 dan personil Puskesmas Simpang Ulim telah selesai melaksanakan test swap antigen dengan hasil negatif bagi 81 etnis Rohingya

“Ya benar, kita sudah mendapatkan kabar dari Dinkes, Para imigran Rohingya yang telah lakukan test swab antigen satu persatu oleh Tim PSC 119 Dinkes dan Personil Puskemas Simpang Ulim dengan hasil mereka negatif Covid-19,” ungkapnya.

Katanya, sejak pukul 20:00 Wib hingga pukul 01.30 Wib pemeriksaan test swab antigen oleh Tim PSC 119 Dinkes Aceh Timur dan Puskesmas Simpang Ulim terhadap imigran etnis Rohingya selesai dilaksanakan.

Katanya, dari informasi yang didapat dilokasi terdamparnya etnis Rohingya juga ada kedatangan Laksma TNI Haris Bima Bayuseto SE.MSI, Dan Guskamla Armada I, dan Paban Ops Guskamla I Letkol Laut (P) Anro Casanova SE. dari Unsur Forkompinda Syahrizal Fauzi SSTP MAP Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur. Kabaops Salmidin SE. Satpolairud, Petugas Imigrasi Dan organisasi kemanusiaan lainnya,” demikian pungkas Camat Simpang Ulim. [Iskandar].