Jembatan Makam Sultan Alaidin Said Maulana abdul Azzis Syah Butuh Perhatian Khusus Pemkab Aceh Timur

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id || Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Aceh Timur mendesak Pemerintah Daerah dan Provinsi untuk segara memperbaiki jalan dan jembatan di Gampong Paya Meuligoe, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur,

“Pasalnya jembatan menuju Makam Sultan Alaidin Said Maulana abdul Azzis Syah yang merupakan Monumen Islam Asia Tenggara yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Ketua Umum HMI cabang Aceh Timur, Hidayatul Mustaqim. Saptu,(9/10/2021)

Mustaqim menambahkan bahwa kodisi jembatan sudah rapuh, rusak dan lebar jembatan juga kurang ideal, sehingga untuk kendaraan roda empat sulit untuk dilalui kendaraan roda empat lagi

“Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan kondisi jembatan dan jalan menuju ke monisa, jangan ada upaya dari pemerintah untuk menghilangkan sejarah Islam Asia Tenggara,” ungkap Mustaqim putera asli Julok

Diketahui, Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA) di bangun pada tahun 1980 yang kini terbengkalai. Padahal Monisa seharusnya menjadi kebanggaan Aceh karena merupakan situs sejarah pertama kali masuknya islam ke Asia Tenggara.

Monumen ini juga merupakan sejarah Kesultanan Peureulak sebagai daerah yang menjadi asal muasal masuknya Islam ke Nusantara.

Sejarah Kesultanan Peureulak yang melahirkan silsilah 10 atau 19 raja-raja yang pernah memerintah di Peurelak. Namun kini, MONISA hanya seonggokan bangunan tua di tengah pemukiman penduduk. [Abas].