YKMI Gelar Sosialisasi Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id | – Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) Aceh, selaku mitra dari organisasi yang fokus menangani pengungsi dari luar negeri atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)melaksanakan sosialisasi sejumlah aturan tentang penanganan pengungsi dari luar negeri yang terdampar di Aceh.

Peserta yang ikut dalam sosialisasi ini adalah para Panglima Laot dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, dan petugas dari instansi terkait seperti, BPBD, SAR, Dinas Perikanan dan Dinas Kesehatan.

Adapun, pemateri dalam acara ini yakni, dua akademisi dari Unimal yakni, Husni SH MH, dan Dr Malahayati SH, LLM. Kemudian Drs Hamdani Yacob dari Panglima Laot Aceh Utara, Adelian dari Imigrasi, dan Nurul Fitri Lubis dari UNHCR.

Project Coordinator, YKMI Aceh, Faisal Rahman, didampingi Project Officer YKMI Aceh, Boihaqi, kepada metropesawat.id, mengatakan tujuan dari sosialisasi ini, agar masyarakat nelayan dan para panglima Laot, dalam melakukan pertolongan terhadap pengungsi dari luar negeri yang terdampar di Aceh agar dapat ditangani secara tepat, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Latarbelakang dilaksanakannya sosialisasi tentang penanganan pengungsi ini, karena dua tahun terakhir sering terjadi pengungsi dari luar negeri yang terdampar di Aceh, khususnya wilayah pantai timur Aceh,” ungkap Faisal didampingi, Boihaqi.

Sejumlah aturan yang disosialisasikan yaitu tentang aturan hukum adat Laot yang berlaku di Aceh, kemudian tentang Perpres Nomor 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi luar negeri.

Faisal mengharapkan kepada para nelayan, yang melakukan pertolongan pertama terhadap para pengungsi dari luar negeri baik yang terdampar maupun di tengah laut, agar berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganannya tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Faisal mengatakan sosialisasi yang sama juga sebelumnya telah dilaksanakan di Aceh Tamiang, dan Kota Langsa. Setelah di Aceh Timur, sosialisasi selanjutnya akan dilaksanakan di Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan Bireuen. [redaksi]