Keuchik Dalam Kecamatan Darul Falah “Berfoya-foya” dengan Dana Desa

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Para keuchik dari 11 Desa dalam Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur diduga telah berfoya-foya Dana Desa dengan dalih sosialisasi Qanun dan wawasan kebangsaan. Rabu 29/12/2021.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Imformasi yang diperoleh menyebutkan, kegiatan Sosialisasi Qanun dan wawasan kebangsaan dengan pemateri Kapolsek dan Danramil ini dianggarkan dana Rp13.000.000 dari Dana Desa

Dalam rincian penggunaan anggaran Kegiatan tersebut tertulis diikuti 6 orang peserta, namun dalam pelaksanaannya hanya diikuti dua orang peserta. Hebatnya lagi Keuchik dan Sekdes mendapat kucuran masing-masing Rp1 juta dari dana Rp13 juta tersebut.

Anehnya lagi kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor camat setempat 2 Desember 2021 lalu hanya berlangsung beberapa jam saja untuk dua materi kegiatan, selanjutnya peserta dan pihak muspika makan siang bersama disebuah warung.

Dikabarkan juga, Iskandar Pendamping Desa terlibat sebagai pengolola anggaran dan pelaksana kegiatan, bahkan menurut sebuah sumber, dana Rp13.000.000 tersebut diserahkan semua kepada Iskandar Pendamping Desa.

Sementara Iskandar, Pendamping Darul Falah yang dikonfirmasi membantah keras bahwa dana sisoalisasi diserahkan dan dikelolanya.

“Bukan bg, Keuchik sendiri itu Kan kegiatan desa “. jawab Iskndar

Menurutnya, kegiatan Sisialisasi dan wawasan kebangaaan tersebut dibuat oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) kecamata Darul Falah hang diketuai oleh Keuchik Suhemi.

Selain itu, ketua BKAD, Suhaimi juga mengutip Rp 5 juta dari para Keuchik dalam kecamatan Darul Falah dengan dalih penanganan covid, padahal untuk penangan covid telah dianggarkan sebelumnya.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan dari keuchik Suhemi sebagi ketua BKAD terkait pengutipan dana Rp 5 juta dari para keuchik.
Begitu juga terkait kegiatan Sosialisasi Qanun dan Wawasan kebangsaan.

Informasi lain baru saja diperoleh bahwa Koordinator Pendamping Desa dari Provinsi, Fahmi telah turun ke Aceh Timur untuk memastikan keterlibatan Pendamping Desa sebagai pengumpul dana kegiatan.

Sayangnya Fahmi yang dikonfirmasi media ini belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Saat ini sejumlah perangkat desa dan pihak muspika serta pendamping desa tengah duduk disebuah warung dan melibatkan pejabat dari Lembaga kementrian Desa. Namun belum diketahui apa yang dibahas dalam pertemuan ini. [Isda].