Warga Aceh Menderita Penyakit Aneh di Gorontalo, Keluarga Surati Haji Uma untuk Difasilitasi

oleh

JAKARTA, metropesawat.id | Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman yang biasa dikenal Haji Uma bantu Muslem (45) warga Desa Matang Pudeng, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, yang saat ini sedang berada di Gorontalo dalam keadaan sakit. Senin (14/02/2022).

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Sebelumnya pihak keluarganya di Aceh menyurati Anggota DPD RI asal Aceh yaitu H Sudirman (Haji Uma) memohon bantuan untuk pemulangan Muslem yang saat ini dalam keadaan sakit di Gorontalo dikarenakan terkendala akses dan biaya.

Setelah mendapatkan kabar yang di beritakan melalui Abu Saba Staf penghubung Malaysia dan staf penghubung Aceh utara Abdurrafar, kemudian Haji Uma (13/02) melakukan pelacakan keberadaan pria tersebut dan menginstruksikan jajaran kantor DPD RI Perwakilan Propinsi Gorontalo untuk mencari keberadaan Muslem untuk mengecek kondisinya.

Haji Uma mengatakan setelah Andi Mulyadi Daud (Boby) Staf kantor DPD RI Gorontalo bergerak ke lokasi, setelah 3 jam lebih melakukan perjalana akhirnya mendapatkan Muslem di daerah pedalaman tepat nya di Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, Propinsi Gorontalo.

“Kondisi muslem sangat memprihatinkan semua kulit dan badannya melepuh dan membusuk  serta terbujur tidak bisa bergerak kondisi setengah sadar dan tidak bisa mengkonsumsi makanan,” Kata Haji Uma.

Muslem (45) pekerjaannya sebagai petani kemudian semenjak merantau 4 tahun yang lalu dari Aceh ke Gorontalo lalu dia menikah dengan wanita Gorontalo Maryam Harun (49) Asal Olimohulo, Dusun karya Juang, gorontalo.

Karena keterbatasan ekonomi Maryam istri muslem ini tidak bisa berbuat banyak, Memang bulan yang lalu Muslem sudah pernah di bawa ke puskesmas dan klinik namun belum ada kesembuhan penyakit kulit yang di alami Muslem menurut pengakuan istrinya.

Semakin hari semakin parah istri pun pasrah dan hanya bisa merawat beralas tikar tidur di lantai rumah yang sangat sederhana.

Berdasarkan pemintaan keluarga Muslem dalam surat yang dilayangkan kepada Haji Uma sebelumnya untuk dipulangklan ke Aceh.

“Dengan kondisi Muslem saat ini tidak memungkinkan untuk kita pulangkan ke Aceh saat ini, maka Muslem harus menjalani pengobatan dulu di Gorontalo,” papar Haji Uma.
Haji uma juga sempat berkomunikasi dengan Istri muslem Maryam yang difasilitasi Staf kantor DPD RI.

“Bertanya kenapa tidak membawa ke RS?, lalu maryam menjawab tidak mampu dengan biaya hidup ketika suaminya dirawat di RS kota Gorontalo tidak ada biaya dan akhirnya ya pasrah saja begini imbuhnya dengan nada sedih,” jelas Haji Uma.

Setelah mendengar cerita istrinya Muslem, kemudian Haji Uma mengatakan adapun biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan pendamping pasien akan di tanggung olehnya.

Kemudian Haji uma meminta Staf dan kepala penanggung jawab serta kepala kantor DPD RI untuk memfasilitasi ke Rumah sakit Umum Kabupaten dan untuk mengurus segala administrasinya baik BPJS dan keperluan lainnya.

“Alhamdulillah Semua bisa berjalan lancar dan hari ini bisa kita rujuk ke RSUD Kulit Toto Kabupaten Bone Bolango  provinsi  Gorontalo dengan menggunakan Ambulance kecamatan Asparaga serta nanti kita minta di awasi secara khusus kantor sektariat DPD RI Gorontalo, semoga Muslem di berikan kesembuhan,” Ungkap Haji Uma.

Lanjutnya, Semetara itu untuk jenis penyakit yang di alami oleh Muslem belum di ketahui secara pasti. Menurut petugas Medis di Puskesmas  indikator awal penyakit Muslem diduga mengalami kekurangan Vitamin C dalam bahasa Medis Skorbut atau Scurvy.

“Saya secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak termasuk kepada Ibu Rahmiati Jahja DPD RI Asal Gorontalo yang telah memberikan perhatiannya dan Sekretariat DPD RI baik pusat dan Daerah Gorontalo,” demikian pungkas Haji Uma. [Isda].