BPN Aceh Timur Gelar Rakor GTRA Tahun 2022

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Timur menggelar Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2022.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Pelaksanaan Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria tahun 2022 di Kabupaten Aceh Timur, bertempat di The Royal Hotel, Idi Rayeuk, Selasa (15/3/2022).

M. Taufik, S.Si, MM selaku Ketua Pelaksana harian GTRA dalam laporannya mengatakan bahwa, Rakor ini sebagai penyampaian rencana aksi kegiatan GTRA tahun 2022.

“Bahwa di tahun kedua GTRA di Aceh Timur PADA tahun 2021, masyarakat sudah merasakan keberadaan GTRA di Aceh Timur terutama pada wilayah gampong yang telah ditetapkan oleh Bupati sebagai Gampong Reforma Agraria seperti di Gampong Kuala Parek dan Gampong Cek Mbon,” ungkap M. Taufik.

Maka pada tahun 2022 ini kita berharap Gampong Seumanah Jaya bisa merasakan hal yang sama di tahun 2022 ini,” sebut M. Taufik.

“Masyarakat Gampong Kuala Parek telah merasakan keberadaan GTRA, Gampong Cek Mbon juga, tahun ini kita targetkan Gampong Seumanah Jaya bisa kita tetapkan sebagai Gampong Reforma Agraria tahun 2022 dengan pengembangan konsep Ketahanan Pangan Nasional yaitu sebagai sentral jagung,” demikian terang M. Taufik.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Thaib, S.H selaku Ketua GTRA Aceh Timur, dirinya selaku Bupati menargetkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Timur dapat meningkat di tahun 2022 ini.

Selain itu Rocky, sapaan akrab Bupati Aceh Timur, dirinya menginginkan, keberadaan Perkebunan Besar (HGU_red) di Aceh Timur dapat berdampak luas kepada masyarakat dengan melibatkan masyarakat, baik dalam program plasma ataupun kegiatan lainnya dan berharap HGU harus produktif,” tegasnya.

Katanya, pada tahun 2022, kita harus tinjau beberapa persoalan, baik potensi perkebunan sawit, coba bayangkan banyaknya HGU di Aceh Timur jika dapat dimaksimalkan berapa masyarakat yang dapat terbantu?,” ungkap Rocky.

“HGU harus produktif, melalui GTRA saya mengarahkan, kita semua untuk memantau dan mengevaluasi perihal ini,” ujar Bupati Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur juga menyambut baik surat dari BPKH terkait kegiatan Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH), Bupati menilai potensi tambak dan penguasaan masyarakat di dalam kawasan hutan baik di wilayah pesisir maupun di wilayah dataran tinggi Aceh Timur.

Disisi lain, Bupati Rocky juga ingin ada solusi yang dapat dilahirkan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Dalam rakor ini, kita bicarakan adalah lahan dalam kawasan yang sudah dimiliki oleh masyarakat selama puluhan bahkan ratusan tahun, bukan membuka lahan baru dalam kawasan hutan,” sebut Rocky.

Seperti tambak, yang sudah ada dikelola jangan membuka tambak baru, begitu juga dengan kebun, jangan buka kebun dengan cara membakar hutan. Hutan selamat ekonomi masyarakat juga harus bangkit,” harap Rocky.

Karena itu, Bupati Aceh Timur membutuhkan kerjasama dengan semua pihak, baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi. “Saya ingin lahan di Aceh Timur produktif, Lahan Produktif, Masayarakat Sejahtera,” demikian pungkas Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur.

Rakor ini menghadirkan Narasumber yaitu Bapak Dr. Mazwar, SH. M.Hum. dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda, para Asisten di Sekretariat Kabupaten Aceh Timur, dan Kepala OPD yang tergabung dalam Personalia GTRA Aceh Timur. Hadir pula Camat, Keuchik, dan Undangan lainnya yang berada dalam wilayah kerja reforma agraria. [Iska].