Setubuhi Santriwati Berkali-kali, Oknum Guru Ngaji Ditangkap Polisi

oleh

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Seorang guru ngaji berinisial SF (27), warga Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur diamankan polisi. Pria tersebut diduga melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang merupakan santriwati.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Usai diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Aceh Timur. Pria yang berprofesi sebagai guru ngaji di salah satu dayah di Kabupaten Aceh Timur itu ditahan.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K. mengatakan, SF ditahan setelah dilakukan pemeriksaan pada Jum’at lalu (08/04/2022).

“Ya, karena diduga terbukti telah melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap santrinya yang berusia di bawah umur dengan dikuatkan beberapa alat bukti,” katanya.

Sebut, Kapolres, pelaku sekarang dalam proses pemberkasan yang nantinya untuk diajukan ke kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim melalui pres rilisnya, Selasa, (12/04/2022).

Katanya, Aksi bejat itu, dikakukan oleh tersangka terhadap santriwati yang masih berusia 18 tahun warga asal Sumatera Utara berlangsung sejak pertengahan tahun 2018 hingga Nopember 2021.

“Awal mula kejadian saat korban berada di kamar/bilik sendirian, pelaku masuk melalui jendela dan terjadilah perbuatan cabul atau persetubuhan oleh pelaku terhadap korban,” ujarnya.

Pelaku juga pernah melakukan pemerkosaan terhadap korban di dalam kamar mandi komplek santriwati,” ungkap Kasat Reskrim.

Kemudian orang tua korban tidak terima apa yang dilakukan oleh pelaku kepada putrinya, pada Selasa, (23/11/2021) melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Aceh Timur,” terangnya.

Setelah mengambil keterangan dari ahli Visum Et Repertum dan ahli Psikologi Forensik termasuk kuasa hukum pelaku, serta rangkaian gelar perkara, selanjutnya pada hari Jumat, (08/04/2022) pelaku dilakukan penahanan,” sebut Kasat Reskrim.

“Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman penjara paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan dan atau pasa 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman penjara paling lama 90 bulan.” Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K. [Iska].