Senyum Sumringah dan Kisah Pilu Ibu Yanti Janda 5 Anak Penghuni Gubuk Reot

oleh

Raut wajah Yanti (28) terlihat sedikit cemas dan terharu, saat disambangi oleh Zulfadli Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Rabu (27/7/2022).

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Kondisi cuaca siang itu sangat cerah padahal jam masih menunjukan pukul 11:10 Wib, sang surya saat itu terasa begitu panas, Yanti dengan sedikit tegang dan gugup saat menjawab salam Oyong sapaan akrab Zulfadli anggota DPRK Aceh Timur.

Kemudian Ibu Yanti setelah menjabat tangan dan mempersilahkan Oyong dan beberapa awak media yang turut mendampinginya kala itu.

Dengan kondisi rumah yang begitu memprihatinkan, sehingga Oyong hanya berdiri didepan gubuk reot bu Yanti sambil berbincang-bincang.

Yanti (28), merupakan janda lima orang anak yang tinggal di sebuah gubuk reot, di Desa Sama Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

Ketika menerima kunjungan Anggota DPRK Zulfadli bersama beberapa awak media. Yanti didampingi oleh kelima orang anak dan tetangganya.

Terlihat mereka tidak duduk di dalam melainkan dihalaman gubuk reot Yanti, dikarenakan kediaman yang ditempati nyaris roboh.

Bukan hanya nyaris roboh, namun didalam gubuk Yanti memang hanya satu kamar berukuran 3×3 meter yang berisi satu tempat tidur. Dalam kamar itu pun digabung dengan dapur untuk memasak makanan.

Gubuk reot yang kondisinya sangat memprihatinkan itu, terlihat empat tiang penyangga hanya menggunakan batang pelepah rumbia dan dengan goni-goni dijadikan dinding.

Kondisi bersahabat dirasakan Ibu Janda lima anak itu saat musim panas. Namun lain pula cerita saat langit sedang hujan.

Sehingga gubuk reot beratapkan daun Rumbia akan bocor sehingga rumah yang berlantaikan tanah akan berubah menjadi lumpur.

Ibu Yanti Janda lima orang anak itu tidak memiliki biaya untuk memperbaiki, konon lagi membuat rumah layak, dikarenakan dirinya hanya bekerja serabutan jika ada warga desa memintanya untuk bekerja.

Dirinya, hanya membantu warganya dengan menanam padi di sawah sehingga penghasilan yang diperolehnya untuk makan saja tidak cukup.

Oyong DPRK Aceh Timur Beri Bantuan

“Ya, setelah sempat viral dalam pemberitaan oleh beberapa awak media tentang adanya seorang janda bersama lima orang anaknya yang tinggal digubuk reot, maka saya datangin langsung kelokasi,” ungkap Zulfadli yang akrab disapa Oyong, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dari Komisi II.

Katanya, saat saya tiba di rumah Ibu Yanti seorang janda ini, Oyong langsung menghubungi Camat dan Keuchik setempat.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak Gampong dan Muspika maka kita buatkan rumah yang baru secara gotong royong,” kata Oyong.

Kata dia, langkah ini kita lakukan untuk mengambil penanganan secara cepat agar Ibu Yanti bisa menempati rumah yang lebih layak untuk ditempati,” sebut Oyong.

“Ya benar, Alhamdulillah saya hari ini langsung turun kerumah Ibu Yanti, dan untuk sementara waktu ini saya menyewakan dulu rumah yang layak selama enam bulan,” katanya.

Lebih lanjut Oyong mengatakan, nanti selebihnya kita menunggu proses pembangunan rumah untuk ibu Yanti tersebut berdasarkan hasil mufakat antara muspika dan Keuchik.

Setelah memastikan kita sewa rumah sementara, lalu barang-barang milik ibu Yanti hari ini juga kita pindahkan bersama dengan warga kerumah sewa,” terang Oyong.

“Untuk pembanguna rumah secara gotong-royong, saya atas nama pribadi membatu atap seng dan dinding triplet untuk ibu Yanti,” katanya.

Semoga bantuan rumah, walaupun secara gotong-royong untuk ibu Yanti nantinya dapat hidup layak bersama kelima anaknya,” demikian pungkas Oyong.

Semetara itu, tak berselang lama, juga turut hadir kelokasi mendampingi pihak kementerian Sosial.

“Ya, atas dasar perintah Ibu Menteri Risma untuk mengecek langsung kelokasi agar dapat memfasilitasi ibu Yanti bersma anakanya dengan tujua agar bisa sekolah serta memberikan bantuan modal usaha,” Kata Suwarno kepada awak media.

Katanya, setelah di perintahkan oleh ibu Menteri lalu kami dari Balai Insyaf Medan angsung turun ke lokasi untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan Ibu Yanti yang nantinya akan kita evaluasi,” demikian kata Suwarno yang didampingi oleh Kabid Rehabsos Aceh Timur, Gobit beserta rombongan.

“Sejak berpisah dengan suami pertamanya dirinya kembali merajut tali pernikahan dengan suami kedua, namun maut memisahkan. Setelah lama menjada ia kembali berumah tangga dan tidak bertahan lama,” ungkap Yanti kepada metropesawat.id.

Katanya, dari hasil pernikahannya tersebut memiliki lima orang anak. Anak pertama Mawaddah (18), Muhammad Raju (16), Repal Maulana kelahiran (9), Rehan Ananda (7), dan Firman (4).

Sambil mengusap air mata, Yanti mengisahkan bagaimana dirinya menjalani hidup bersama kelima anaknya.

“Saya mencari sesuap nasi untuk kelima anaknya bekerja sebagai buruh serabutan apa saja yang bisa saya kerjakan asalkan halal demi menghidupi keluarga,” kata Yanti lirih.

Saat ditanya sejak kapan sudah menempati gubuknya ini, Yanti dengan nada sedih dan matanya berbinar mengatakan lebih kurang sudah enam bulan Pak, jawabnya.

Yanti menyebutkan, saat membangun gubuknya ini, dirinya hanya memiliki uang sebesar Rp 500.000 ribu rupiah.

Lalu dengan modal sebesar itu, kemudian saya bangun gubuk ini sebagai tempat tinggal. “Atap pun belum lunas saya bayar dikarenakan kekurangan uang,” terang Yanti sambil menunduk.

Katanya, tanah dimana saya bangun gubuk ini pun masih diatas tanah warisan bukan milik saya.

“Alhamdulillah, dan saya bersyukur sekali hari ini karena gubuk saya tempati ini sudah dikunjungi oleh anggota Dewan berserta wartawan,” ucap Yanti.

Semoga bapak dewan sehat selalu dan dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT, ucapnya sambil menagis sedih.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Camat, pak Keuchik, tuha Peut serta aparatur desa yang telah peduli terhadap dirinya dan juga kepada warga,” ucap Yanti.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini saya telah di sewakan rumah oleh Pak Dewan selama 6 bulan sembari menunggu rumah sementara yang dibangun secara swadaya oleh desa,” katanya dengan wajah sumingrah.

Selain itu dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi sehingga saya sudah bisa menempati rumah yang layak meski disewakan oleh pak dewan,” ucapnya lirih. [Iskandar Ishak].