Butuh Keseriusan Pj Gubernur untuk Bangkitkan Perekonomian Aceh

oleh

BANDA ACEH, metropesawat.id | “Dibutuhkan keseriusan Pj Gubernur Aceh bersama perangkat SKPA dan pemerintah kabupaten/kota dalam satu dua tahun ini untuk bekerja keras dan berkolaborasi membawa bahtera Rakyat Aceh menuju kesejahteran yang bermartabat dalam bingkai syariat Islam yang rahmatan lil alamin,” hal itu disampaikan oleh Wiwien Salehudin salah satu pegiat LSM di Banda Aceh, kepada metropesawat.id, Selasa (23/8/2022).

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki pasca pelantikan, waktu itu, ungkap Wiwien, menyampaikan programnya akan fokus pada pemberdayaan dibidang sektor pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dan penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena beliau menjabat hanya satu sampai dua tahun saja.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Yang perlu dipahami bersama, ungkap Wiwien, persoalan utama masyarakat Aceh saat ini adalah persoalan ekonomi.Hal ini dapat dilihat dilapangan dengan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Aceh.

“Bahkan Aceh lima tahun dekade terakhir sebagai juara bertahan dengan angka kemiskinan tertinggi di Sumatera,” ungkapnya.

Dua minggu pasca pelantikan penjabat nomor satu Aceh ini, waktu itu, lanjut Wiwien, Pj Gubernur Aceh bersama anggota Komisi IV DPR RI Salim Fakhri langsung menemui Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah pusat menjadikan Aceh sebagai pusat produk pertanian, peternakan dan perkebunan.

Menurutnya, permintaan Pj Gubernur Aceh ini sangat beralasan karena Aceh memiliki potensi sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang sangat besar sebagai salah satu sumber pangan.

“Hanya saja selama ini tidak dikelola secara sungguh-sungguh dan serius. Akibatnya ketergantungan Aceh akan produk pangan sangat tinggi dan bahkan ada produk pangan ketergantungannya mencapai 98% dari Provinsi Sumatera Utara,” cetusnya.

Hal ini, lanjut Wiwien, tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut seperti yang terjadi selama ini, mengingat sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat Aceh lima tahun terakhir ini semakin melemah ditandai dengan tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan di Aceh sehingga berpengaruh pada rendahnya daya beli masyarakat saat ini.

Selain itu kehadiran pabrik industri pengolahan hasil pertanian di Aceh juga belum berkembang sebagaimana yang diharapkan.

Banyak pabrik yang dibangun Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota menjadi besi tua dan terbengkalai selama ini dengan berbagai alasan padahal menggunakan uang rakyat milyaran rupiah seperti pabrik padi, pabrik tepung ikan, pabrik pakan ternak, pabrik kulit, cold strorage, dan lain sebagainya.

Karena itu, menurut Wiwien Salehudin,untuk menjawab persoalan ini dibutuhkan keseriusan PJ Gubernur Aceh bersama perangkat SKPA dan pemerintah kabupaten/kota dalam satu dua tahun ini untuk bekerja keras dan berkolaborasi membawa bahtera Rakyat Aceh pada kesejahteran yang bermartabat dalam bingkai syariat Islam yang rahmatan lil alamin.[*]