Even Lomba Masak dan Pentas Seni Digelar, Pisang Sale Diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

oleh
Kadisbudpar Aceh, diwakili oleh Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari, bersama Asisten ll Setdakab Aceh Timur, Dr Darmawan, Ketua Komisi 1 DPRA Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Kajari, dan Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur, Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur,Ny Arfaiyah SE T Reza Rizkymenabuh Rapa'i saat membukaeven Lomba Masak dan Pentas Seni Kuliner Aceh Timur, yang digelar di Lapangan Puspemkab Aceh Timur, Sabtu (27/8/2022).

ACEH TIMUR, metropesawat.id | Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, diwakili oleh Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari, membuka even Lomba Masak dan Pentas Seni Kuliner Aceh Timur, yang digelar di Lapangan Puspemkab Aceh Timur, Sabtu (27/8/2022).

Sebelumnya, Festival Kuliner Aceh Timur, tahap pertama digelar di Kota Peureulak, 9-10 Agustus 2022 lalu.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

Evi Mayasari dalam sambutannya saat membuka even ini mengatakan terselenggaranya Festival Kuliner Aceh Timur ini baik di Peureulak, maupun di Idi Rayeuk, adalah wujud kolaborasi Disbudpar Aceh dengan DPRA dan Pemkab Aceh Timur.

“Kami ucapakan terimakasih sebesar-besarnya atas dukungan Pemkab Aceh Timur, untuk menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Evi.

Berdasarkan Festival Kuliner Aceh Timur yang digelar di Peureulak sebelumnya, ungkap Evi, disambut baik oleh masyarakat dan pelaku UMKM.

“Waktu festival di Peureulak ada 20 UMKM ikut berpartisipasi, even ini memberikan penghasilan yang lumayan bagi UMKM, bahkan ada UMKM dalam 2 hari itu mendapatkan penghasilan 3-4 jutaan. Karena itu, even ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi UMKM lainnya di Aceh Timur,” tukas Evi.

Untuk memajukan Aceh Timur, agar dilirik oleh investor maupun pengusaha lainnya, ungkap Evi diperlukan kerjasama semua pihak.

Even lomba masak ini sendiri, jelasnya, agar Aceh Timur memiliki inovasi kuliner lain dari kuliner yang sudah ada, seperti pisang sale, dan kuliner lainnya.

“Melalui even ini kita harapkan muncul kuliner lainnya yang bisa menjadi kuliner unggulan dan menu ikon daerah,” cetusnya.

Aceh Timur, memiliki semangat yang sama dengan daerah lain di Aceh, untuk memajukan kebudayaan daerah.

Seperti dua tahun terakhir ini, jelas Evi, tim dari Aceh Timur telah mengusulkan pisang sale untuk mendapatkan sertifikat sebagai warisan budaya tak benda dari nasional.

“Namun setelah kita koordinasikan dengan tim ahli dari pusat, ada beberapa syarat yang perlu dilengkapi. Namun pisang sale ini menjadi prioritas kita agar mendapatkan sertifikat sebagai warisan budaya tak benda,” cetus Evi.

Lomba masak ini sendiri, jelas Evi diikuti 24 TP PKK dari 24 kecamatan di Aceh Timur dan turut menghadirkan master chef nasional Surya.

Chef Nasional memberikan edukasi memasak steak ikan bandeng.

“TP PKK yang menang dalam lomba ini nantinya akan mendapatkan gelar sebagai master chef Aceh Timur,” cetus Evi.

Pembukaan Lomba Masak dan Pentas Seni Kuliner Aceh Timur juga dihadiri oleh Pj Bupati Aceh Timur, diwakili oleh Dr Darmawan M Ali ST MISD, Kajari Aceh Timur, Semeru SH MH, Ketua Komisi DPRA dari Fraksi partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Kadisparpora Aceh Timur, Syahril, Wakil Ketua TP PKK Aceh Timur, Ny Arfaiyah SE T Reza RizkyCamat dan Ketua TP PKK dari 24 kecamatan di Aceh Timur.

Penampilan tari seni

Pembukaan juga dipadukan dengan penampilan tarian seni, Rapa’i, penampilan Lailisa’adah, dan Joel Pase.[redaksi]