Wisatawan Siap Siap Kecewa, Manggrove Forest Park Ditutup

oleh

LANGSA, metropesawat.id | Sejumlah elemen masyarakat merasa kecewa. Semenjak berakhirnya masa Kepemimpinan Walikota Langsa Usman Abdullah dan Wakilnya Marzuki Hamid pada 28 Agustus 2022 lalu, kawasan Ekowisata Manggrove Forest Park juga resmi ditutup pada tanggal tersebut.

https://metropesawat.id/category/berita-aceh-timur/

“Infonya kontrak pengelolaan antara Pemerintah kota Langsa dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh telah berakhir,” ujar Ahmad salah seorang warga Kota Langsa, Senin (05/9/2022).

Menurutnya, sangat ironis kawasan wisata yang telah menjadi ikon dan telah diresmikan oleh Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu serta merta ditutup seiring berakhirnya jabatan walikota Langsa.

Sementara dari penelusuran dan informasi yang dihimpun, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Kota Langsa melarang semua pihak melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan manggrove tersebut.

Namun janggalnya, saat ini ada aktivitas pengerjaan proyek pemasangan paving block oleh pihak rekanan.

Terkait hal tersebut Kepala KPH III Kota Langsa Fajri yang dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya sampai saat ini belum menjawab.

Sebelumnya secara terpisah, Komisaris Ayudhia Management Muhammad Isbal ketika dikonfirmasi, Sabtu (03/9) mengatakan tidak diperbolehkan ada kegiatan apapun di tempat wisata mangrove itu.

“Selain kontrak pengelolaan antara Pemerintah kota Langsa dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh telah berakhir, kontrak CV.Ayudhia Management juga berakhir pada 28 Agustus lalu,” ujar Isbal.

Sebagaimana diketahui, CV Ayudhia Management merupakan mitra PT Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA) dalam pengelolaan fasilitas Ekowisata Hutan Mangrove Kota Langsa itu.

Sejumlah fasilitas yang berada di dalam kawasan wisata mangrove tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Langsa yang pengelolaannya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT. PEKOLA.

Sementara beredar kabar kawasan wisata manggrove forest Park telah diambil alih oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kota Langsa Dr. Iqbal M.Pd, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan kawasan wisata ditutup untuk sementara.

Namun Iqbal membantah kawasan wisata manggrove di ambil alih Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Belum, masih dalam perpanjang, prosesnya sudah di kementerian,” ujar Iqbal pada Sabtu (03/9/2022).

Dikatakan, pihaknya sudah menjumpai Kementerian Kehutanan beberapa waktu lalu untuk melakukan audiensi dan saat ini dalam proses pengurusan.

Menurutnya, dalam kasus tersebut Pemerintah Aceh tidak membuat aturan tambahan dalam UUPA sehingga pemerintah pusat terlanjur mengambil keputusan berdasarkan UU Omnibus Law.

Oleh karenanya, saat ini langkah-langkah progresif tetap dilakukan oleh Pemerintah Kota Langsa agar terus bisa mengelola kawasan wisata mangrove karena tempat tersebut telah menjadi ikon daerah.

Sementara itu, Rasyidin salah seorang pengunjung dari Aceh Timur mengatakan, merasa kecewa saat mendapati tempat wisata itu ditutup.

“Jauh jauh saya datang kemari, saat sampai di lokasi ternyata ditutup,” ujarnya kecewa.

Berdasarkan pantauan, saat ini tempat wisata itu dijaga oleh sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Langsa. Selain itu pihak rekanan sedang melakukan proyek pemasangan paving block di sekitar arena Tower Manggrove Forest Park. [Isda].